Jumat, 04 November 2011
Minggu, 10 April 2011
Ikan kerapu merupakan ikan air laut yang belakangan ini dihargai cukup tinggi khususnya untuk konsumsi restoran-restoran besar di dalam maupun di luar negeri. . Ikan kerapu biasa diekspor dalam keadaan hidup ke beberapa negara seperti Singapura, Jepang, Hongkong, Taiwan, Malaysia dan Amerika Serikat. Harga ikan kerapu di tingkat nelayan saat ini Rp 70.000 per kg hidup, bahkan untuk spesies tertentu yang lebih langka bisa dihargai jauh lebih mahal. Tingkat harga yang menarik dan kecocokan lingkungan budi daya ikan kerapu di banyak perairan pantai di wilayah Indonesia banyak menarik minat Pemerintah Daerah untuk bermitra dengan Perguruan Tinggi dan Pengusaha melakukan eksplorasi atas peluang investasi tersebut. Penyediaan benih, sampai sejauh ini, masih sangat tergantung dari hasil tangkapan dari alam.
Studi-studi kelayakan yang dilakukan di Pangkalan Susu (Langkat, Sumatera Utara) dan di Pacitan (Jawa Timur) membuka peluang untuk investasi budidaya ikan kerapu dengan sistem media tambak maupun sistem karamba terapung. Pemda Kabupaten Pacitan bekerjasama dengan Peneliti Universitas Indonesia memetakan areal potensial seluas 4 ha di pantai selatan Jawa. Kedekatan dengan konsumen di tujuan ekspor utama seperti Singapura maupun pasar domestik di Batam merupakan keuntungan tersendiri bagi pengembangan perikanan kerapu di Langkat, Sumatera Utara. Badan Pengembangan Sumber Daya Koperasi dan PKM di wilayah itu sudah merintis budi daya kerapu yang melibatkan 265 petani nelayan.
Tidak semua wilayah pantai cocok untuk budi daya kerapu, oleh karena itu penentuan lokasi harus memperhitungkan beberapa faktor penting antara lain :
a. Terlindung dari gelombang besar dan badai, sebab ikan mudah menjadi stres dan
menurunkan selera makan apabila terus menerus dihantam gelombang,
b. Terlindung dari ancaman predator yaitu hewan buas laut (ikan butal dan ikan besar
lainnya) dan burung laut,
c. Terlindung dari ancaman pencemaran buangan limbah industri, limbah pertanian dan
limbah rumah tangga,
d. Terlindung dari hilir mudik lalu lintas kapal karena selain akan menimbulkan riak-riak
gelombang juga buangan kapal (minyak solar dll) akan mencemari area pemeliharaan.
Penentuan kelayakan lokasi untuk pemeliharaan ikan kerapu dengan sistem karamba jaring apung menggunakan tabel bobot angka berdasarkan pengamatan atas parameter-parameter kunci. Lokasi dinyatakan baik apabila nilai 80 - 100, layak untuk kisaran 70 - 79, masih layak asalkan parameter yang tidak memenuhi syarat diperbaiki dengan pendekatan teknologi, dan kategori terakhir bernilai lebih kecil 60 untuk tidak dapat dipertimbangkan.
Kamis, 29 April 2010
ikan tuna
Ikan tuna adalah ikan yang merupakan jenis predator bagi ikan–ikan kecil serta cumi–cumi, meski demikian ikan tuna juga memiliki musuh utama yakni ikan hiu. Boleh dibilang ikan ini meskipun disebut sebagai ikan predator, namun ia juga dijadikan mangsa oleh ikan lain. Selain juga adalah penangkapan oleh manusia sebagai komoditi pangan. Tercatat hampir semua negara yang memiliki pelabuhan perikanan akan menangkap ikan tuna ini sebagai komoditi terbaik.
Penangkapan ikan tuna dengan pancing membutuhkan sedikit keahlian mengingat caranya berenang yang begitu gesit. Cara memancing ikan tuna dapat menggunakan umpan berupa ikan mati ataupun ikan hidup. Umpan ikan hidup yang sering dipakai adalah ikan saury dan berbagai jenis ikan dalam genus sardinella. Jenis ikan yang dipilih adalah yang memiliki warna yang mengkilap dan dipakai dalam pemancingan cara longline fishing.
Cara paling ekstrim dalam pemancingan ikan tuna adalah dengan menggunakan kapal yang cukup cepat sehingga mampu mengejar gerombolan tuna yang sedang berenang. Setelah cukup dekat dengan gerombolan ikan kapal diarahkan untuk berada dibawah angin, yaitu jika pancing dilempar maka umpan akan menjauhi kapal dan bukan mendekat. Teknik penempatan kapal yang menjauhi arah angin ini hanya bisa dilakukan oleh yang berpengalaman. Setelah itu umpan mulai ditebar ke gerombolan ikan agar ikan tuna tertarik untuk memakannya.
Karena ikan ini termasuk ikan yang cukup rakus, umpan yang ditabur akan cepat diserbu oleh mereka. Kesempatan inilah yang digunakan oleh pemancing untuk memancing ikan secara cepat namun dengan teknik pole and line usaha ini akan mudah dilakukan pemancing senior. Mereka menggunakan kail yang tidak memakai “barb” atau ujung yang tajam di dalam mata pancing. Sehingga pelepasan mata pancing dari mulut ikan dapat dilakukan dengan cepat. Semakin cepat proses memancing dan melepaskan mata kail ini maka semaking banyak ikan yang mungkin dapat ditangkap, karena ikan ini makan dengan cepat dan dapat menghilang dengan cepat juga. (Berbagai sumber)sumber aftfising